10 Gitaris terbaik Sepanjang Masa

Diposting oleh Nurul Imam

1.Jimmy Hendrix: Godfather of Electric-Guitar

Seperti yang ada di judul, Jimmy Hendrix adalah gitaris paling legendaris dalam sejarah dunia musik.Dia mendapat kehormatan ringgi dari Semua orang yang melihat atau pernah berkerjasama denganya ,Corak permainan gitar Jimmy lebih condong kearah blues, dan rock and roll.

Tidak seperti anak kebanyakan, masa kecil Jimmy bisa dibilang suram, bayangkan sang ibu meninggalkanya pada saat Jimmy berusia 15 an, Jimmy bersama teman satu angkatanya di militer, Billt Cox mulai manggung dari satu klab ke klab lain. Jimmy segera bertandang ke New York dan mencoba peruntungan disana,bermain di beberapa klab,dan bertemu dengan tokoh idolanya, Bob Dylan. Tuhan ternyata adil, di bandnya "Jimmy James" dan "The blue Flames" jimmy mulai sukses , pada saat mereka manggung di sebuah kafe yang bernama"Cafe Wha?" kebetulan aksi panggung Jimmy diamati Londa Keith, kekasih dari Keith Richards.

Linda meminta kekasihnya agar melihat penampilan Jimmy dan diapun tertarik! Jimmy langsung disodori kontrak dan keliling eropa bersama Keith Richards.Sampai di Inggris, taji Jimmy mulai terlihat.Gigataris populer Inggris saat itu,Eric Clapton dan Pete Townshed sampai berkata"He thought his career was over after seeing Hendrix play the guitar".

Jimmy meninggal pada 18 september 1970, meski telah tiada, distorsi dan gaya penampilan dari Jimmy akn tetap dikenang selamanya.....

2.Edward Lodewijk van Halen

(Eddie Van Halen, lahir di Nijmegen, Belanda, 26 Januari 1955; umur 54 tahun) adalah gitaris grup musik Van Halen asal Amerika Serikat. Eddie Van Halen dikenal sebagai salah satu pemain gitar listrik yang memiliki banyak inovasi permainan sehingga namanya dikenal luas. Grup musik Van Halen sendiri populer di seluruh dunia pada tahun 1980-an.

Ia dan saudaranya, Alex Van Halen, lahir dari pasangan Jan Van Halen (1920-1986), seorang pemain saksofon Belanda yang memiliki keturunan Swedia, dan Eugenia van Beers (1914-2005), seorang Eropa-Indonesia (Indo). Keluarga ini beremigrasi pada tahun 1962 ke Pasadena, California. Di sini sang ayah segera mengajarkan anaknya bermain piano. Tak lama kemudian mereka beralih ke drum (Eddie) dan gitar (Alex), yang diberikan oleh sang ayah. Alex, yang lebih suka bermain drum milik Eddie, malah kemudian lebih mahir bermain drum sehingga Eddie beralih mendalami gitar. Selanjutnya, keduanya mulai sering mengisi kegiatan musik di sekolah dan berbagai tempat dengan mengajak beberapa pemusik lain. Pada masa inilah mereka memutuskan membentuk grup Mammoth. Setelah beberapa kali bekerja sama dengan David Lee Roth mereka memutuskan untuk menariknya menjadi vokalis, setelah sebelumnya Eddie mengisi posisi ini. Setelah merekrut Michael Anthony untuk posisi pemain gitar bas, maka lengkaplah formasi grup ini dan mereka mengganti namanya menjadi Van Halen pada tahun 1974.

3.Yngwie J. Malmsteen

Lars Johann Yngwie Lannerback, Stockholm, Swedia, 30 Juni 1963. Gitar: Fender Stratocaster Yngwie Malmsteen Signature Series. Keahlian: Neoclassical, Alternate Picking, Arpeggio. Pengaruh: Niccolo Paganini, Jimi Hendrix, Ritchie Blackmore, J.S. Bach, Antonio Vivaldi, W.A. Mozart.

Yngwie Malmsteen merupakan pahlawan dan pelopor gitaris shredder sedunia dari Swedia. Setelah Eddie Van Halen (Van Halen) pertama kali membawakan tembang Eruption pada tahun 1978 yang memperkenalkan teknik 'two handed tapping', Yngwie meluncurkan album klasik baroque shred debutnya Rising Force yang mengegerkan komunitas gitar rock, menciptakan standar baru untuk kecepatan dan keahlian dalam bermain. Warna 'Neo-Classical' yang dibawakan Yngwie adalah berdasarkan struktur komposisi dari J.S. Bach (1685-1750) dan Niccolo Paganini (1782-1840).

Pernikahan ayah Yngwie (seorang kapten tentara) dan ibunya (seniman) diakhiri dengan penceraian tidak lama setelah Yngwie lahir. Di samping itu Yngwie juga memiliki seorang kakak perempuan bernama Ann Louise dan kakak lelaki Bjorn. Yngwie terlahir sebagai anak bungsu yang liar, tidak bisa diatur dan ceria.
Sampai akhirnya pada 18 September 1970, Yngwie melihat sebuah acara spesial mengenai meninggalnya Jimi Hendrix. Disitu Yngwie yang masih 17 tahun menyaksikan bagaimana Jimi Hendrix menghasilkan bunyi feedback guitar dan membakar gitarnya di depan penonton. Pada hari wafatnya Jimi Hendrix tersebut lahirlah permainan gitar Yngwie.

Yngwie yang penasaran tersebut kemudian membeli sebuah Fender Stratocaster murah, mencoba memainkan tembangnya Deep Purple dan menghabiskan banyak waktu untuk mengetahui rahasia dari alat instrumen dan musiknya sendiri. Kekaguman Yngwie terhadap Ritchie Blackmore (gitaris Deep Purple) yang dipengaruhi oleh musik klasik dan kekaguman terhadap kakak perempuannya yang sering memainkan komposisi Bach, Vivaldi, Beethoven dan Mozart, memberikan ide kepada Yngwie untuk menggabungkan musik klasik tersebut dengan musik rock. Yngwie terus bermain seharian penuh sampai tidurpun dia masih tetap bersama gitarnya.

Pada usia 10 tahun, Yngwie menggunakan nama kecil dari ibunya Malmsteen, memfokuskan seluruh energi dia dan berhenti bersekolah. Disekolah Yngwie dikenal sebagai pembuat onar dan sering berantem, tetapi pintar dalam pelajaran bahasa Inggris dan seni. Ibunya yang menyadari bakat musiknya yang unik, mengizinkan Yngwie tinggal di rumah dengan rekaman dan gitarnya. Setelah menyaksikan violinis Gideon Kremer membawakan komposisi Paganini: 24 Caprices di televisi, Yngwie akhirnya mengetahui bagaimana cara mengawinkan musik klasik dengan skill permainan dan kharismanya.
Yngwie dan beberapa temannya merekam 3 lagu demo dan dikirim ke studio rekaman CBS Swedia, Pada bulan Februari 1983 Yngwie berangkat dari Swedia ke Los Angeles dengan bekal keahlian dan gaya permainan barunya.
Selanjutnya permainan Yngwie dikenal dunia dengan permainannya yang sangat cepat di intro lagu Hot On Your Heels. Yngwie kemudian pindah ke group band Alcatrazz, sebuah band yang bergaya 'Rainbow' dan didirikan oleh penyanyi Graham Bonnett. Walaupun telah bergabung dengan Alcatrazz yang menampilkan sekian banyak solo hebat di lagu Kree Nakoorie, Jet To Jet dan Hiroshima Mon Amour, Yngwie masih merasa terlalu dibatasi oleh band itu sendiri. Akhirnya Yngwie berpikir bahwa hanya album solo lah yang menjadi solusi terbaik.
Album solo pertama Yngwie, Rising Force (kini dinobatkan sebagai kitab musik rock Neo-Classical) berhasil memasuki nomor 60 di tangga Billboard charts untuk musik instrumental gitar tanpa berbau komersil. Album ini juga memenangkan nominasi Grammy untuk Instrumental Rock Terbaik. Tidak lama kemudian Yngwie terpilih sebagai Gitaris Pendatang Baru Terbaik di berbagai majalah dan media, Gitaris Terbaik Tahun Itu dan Rising Force menjadi Album Terbaik untuk tahun itu juga.
Pada 22 Juni 1987 mendekati ultah Yngwie yang ke-24, Yngwie mengalami kecelakaan dengan mobil Jaguar-nya yang mengakibatkan dia koma hampir seminggu. Penyumbatan darah pada otak Yngwie juga menyebabkan tangan kanannya tidak berfungsi. Karena takut akan karirnya yang akan berakhir itu, Yngwie dengan susah payah mengikuti terapi untuk memulihkan kembali tangan kanannya. Setelah itu Yngwie mendapat cobaan lagi dari kematian ibunya di Swedia akibat penyakit kanker yang menghabiskan banyak biaya medical. Jika Yngwie orang lain, mungkin sudah menyerah dengan nasib seperti itu, tetapi Yngwie justru berubah dan kembali ke musiknya dengan semangat tinggi.
Setelah itu Yngwie meluncurkan album yang laris manis seperti Odyssey, Eclipse, Fire & Ice, Seventh Sign, I Can’t Wait, Magnum Opus, Inspiration, Facing The Animal, Alchemy, War To End All Wars dan akhirnya Yngwie berhasil mewujudkan cita-citanya untuk bermain bersama sebuah Orkestra penuh di salah satu album terbarunya: Concerto Suite For Electric Guitar And Orchestra In Eb Minor, Op. 1 (tahun 1998).
Ketika merelease albumnya Eclipse (1990), Yngwie sempat tour dan membuat konser yang sukses di Indonesia (Jakarta, Solo dan Surabaya). Pada bulan Juli 2001, Yngwie juga berencana akan konser kembali di Indonesia, namun dibatalkan karena pemerintah USA dan istrinya menasehati Yngwie akan keamanan politik di Indonesia. Padahal tiket Yngwie sudah sempat laku keras di Indonesia, penggemar Yngwie di Indonesia boleh kecewa. Kapan lagi Yngwie akan konser di Indonesia apabila keadaan politik Indonesia masih seperti ini?
Album-album berikutnya adalah Attack!! yang memuat nomor hits instrumental Baroque & Roll. Pada tahun 2003, Yngwie diajak bergabung dalam formasi G3 bersama Joe Satriani dan Steve Vai yang menelurkan 1 album dan 1 video. Setelah selesai tur bersama G3, ia merampungkan album terbarunya Unleash The Fury. Album tersebut direlease diawal taun 2005.

4.Randy Rhoads


Randall William "Randy" Rhoads (December 6, 1956 – March 19, 1982) was an American heavy metal guitarist who is best known for playing with Ozzy Osbourne. Despite his short career, he is cited as an influence by many contemporary heavy metal guitarists. His unique neo-classical metal style of playing set him apart from other guitarists of the late 1970s and early 1980s. He was a devoted student of classical guitar technique, and his music often combined classical music influences with heavy metal. While on tour with Ozzy Osbourne, he would often seek out classical guitar tutors for lessons.
5. Ritchie Blackmore

Richard Hugh "Ritchie" Blackmore (lahir 14 April 1945; umur 64 tahun) adalah seorang gitaris dan penyanyi berkebangsaan Inggris. Dia merupakan anggota dari grup musik Deep Purple dan Rainbow. Dia dilahirkan di Weston-super-Mare. Dia berkarir di dunia musik sejak tahun 1960

6.Jimmy Page

Jimmy Page adalah salah satu gitaris yang mempengaruhi banyak gitaris pada eranya sekitar pertengahan 60-an dan tahun 70-an. Pertama kali belajar gitar saat masih muda melalui Spanish gitar pemberian orang tuanya. Ia mulai bermain gitar ketika berusia 13 tahun karena terpengaruh oleh gaya rock n roll Elvis Presley pada lagu “Baby, Let’s Play House”. Awal tahun 60-an ia membuat album bersama beberapa band lokal seperti Carter Lewis & the Southerners dan Neil Christian & the Crusaders. Pada tahun 1963 ia menjadi additional gitar untuk Diamond band bersama Jet Harris & Tony Meehan(ex-Shadows). Singlenya berhasil mencapai puncak tangga lagu Inggris.
Tahun 1966 ia bergabung dengan Yardbirds sebuah band yang dipelopori Jeff Beck dimana ia menjadi lead guitar menggantikan posisi Eric Clapton yang keluar. Di Yarbirds ia hanya ikut tampil dalam 1 album yaitu, Little Games. Namun ia juga sempat mengikuti beberapa promo tur albumnya.
Thn 1968 ia bergabung dengan Led Zeppelin dan mengalami masa puncak kejayaannya. Selain Jimmy, personel lainnya terdiri dari John Paul Jones (bass), Robert Plant (vocals), dan John Bonham (drum). Bersama band ini banyak hits yang telah dibuatnya, Dazed and Confused, Whole Lotta Love, Immigrant Song, Black Dog, Stairway To Heaven, termasuk lagu exotic bernuansa timur tengah “Kahsmir”. Sedangkan album-album yang ia hasilkan bersama Led Zeppelin antara lain : Led Zeppelin I, Led Zeppelin II, Led Zeppelin III, Led Zeppelin IV, Houses of the Holy, dan Physical Graffiti. Album-album ini menjadikan Led Zeppelin sebagai band tersukses di tahun 70-an. Wabah permainan gitar Jimmy Page kemudian menjadi inspirasi bagi gitaris-gitaris Heavy Metal beberapa tahun kemudian. Sayangnya, kematian sang penggebuk drum, John Bonham membuat band ini jadi tak menentu arah. Akhirnya band ini vakum atau bisa dibilang bubar.
Meski Led Zeppelin sudah tak jalan lagi, namun di pertengahan tahun 80-an sering terjadi proyek reuni Led Zeppelin dengan bantuan beberapa additional drummer seperti Phill Collins sampai anak John Bonham sendiri, Jason Bonham. Tahun 1994, proyek reuni ini sempat menghasilkan album akustik No Quartet dan tampil dalam tur dunia MTV Unplugged yang disambut sangat antusias oleh penggemar-penggemar mereka di era jayanya dulu.

7.Tony Iommi

(nama lahir Anthony Frank Iommi, lahir di Aston, Birmingham, 19 Februari 1948; umur 61 tahun) adalah seorang gitaris yang dikenal sebagai anggota Black Sabbath. Saat ini ia sedang tur bersama dengan Geezer Butler, Ronnie James Dio, dan Vinny Appice dengan nama Heaven and Hell. Ia menikah dengan Maria Sjöholm, vokalis band Swedia Drain STH. Anaknya Toni-Marie Iommi adalah penyanyi band LunarMile. Ia bersama rekan-rekannya dari Black Sabbath adalah pendukung Aston Villa F.C.

8.Steve Ai

Steve Vai mengawali karirnya dengan album debutnya Flex-Able Leftovers pada tahun 1984. Pada tahun 1990, Steve merilis album keduanya yang berjudul Passion and Warfare. Album ini mendapat pengakuan internasional dan Steve memenangkan polling pembaca majalah Guitar Player dalam 4 kategori yang berbeda. Album Steve yang ketiga berjudul Sex & Religion dirilis tahun 1993 dan album keempatnya Alien Love Secrets dirilis tahun 1995. Pada tahun 1996 album kelima Steve Fire Garden dirilis.
Tahun 1999, Steve meluncurkan album keenamnya yang berjudul Ultra Zone. Dalam album ini Steve lebih banyak memfokuskan dirinya dalam komposisi lagu dan bereksperimen dengan gitarnya. Tahun 2001 album The Seventh Song dirilis dan album ini berisi lagu-lagu slow/ballad yang pernah dirilis Steve dengan ditambah beberapa lagu baru. Dan di tahun 2001 Alive in an Ultra World pun dirilis.
Steve Vai juga pernah memproduksi 2 album Natal yang berjudul Merry Axemas Vol.1 dan Merry Axemas Vol.2, juga konser G3 bersama Joe Satriani dan Eric Johnson/Kenny Wayne Shepherd dan terakhir John Petrucci turut juga bergabung dalam G3.
Belakangan ini Steve Vai lebih memfokuskan diri bereksperimen pada permainan gitarnya dan sekarang ini band Steve Vai ditambah seorang pemain bass yang sudah tidak asing lagi buat fans-fans rock tahun 80-an, Billy Sheehan.

9.Jeff Beck

Geoffrey Arnold "Jeff" Beck (born 24 June 1944) is an English rock guitarist. He was one of the three noted guitarists — the others being Eric Clapton and Jimmy Page — to have played with The Yardbirds. He was ranked 4th greatest rock guitarists of all time in Digital Dream Door.com, a site that ranks movies and music[1], and 14th in Rolling Stone Magazine's list of the "100 Greatest Guitarists of All Time", and MSNBC has called Beck a "guitarist's guitarist".
Much of Beck's recorded output has been instrumental, with a focus on innovative sound and his releases have spanned genres ranging from blues-rock, heavy metal, jazz fusion and most recently, an additional blend of guitar-rock and electronica. Beck has earned wide critical praise; furthermore, he has received the Grammy Award for Best Rock Instrumental Performance four times. Although he has had two hit albums (in 1975 and 1976) as a solo act, Beck has not been able to establish and maintain a broad following or the sustained commercial success of many of his collaborators and bandmates.
Beck was nominated for 2009 induction into the Rock and Roll Hall of Fameand chosen for induction for the April 4, 2009 ceremony. He was inducted by his good friend (and fellow former Yardbirds guitarist) Jimmy Page of Led Zeppelin

dpetnya yg bhsa inggris lagi

10.Michael Schenker

Michael Schenker (lahir 10 Januari 1955) merupakan seorang pemain gitar dan penyanyi rock berkebangsaan Jerman. Dia juga merupakan mantan personil UFO dan Scorpions.
cuma dpet sgitu kata om wiki..

tambahan
Slash

Saul Hudson (lahir 23 Juli 1965),lebih sering diketahui sebagai Slash sebagai nama panggungnya, adalah seorang gitaris berkebangsaan Amerika-Inggris. Slash adalah mantan lead guitarist Guns N' Roses dan sekarang sebagai lead guitarist Velvet Revolver.

Slash lahir di Hampstead, pinggiran kota London. Ayah Slash berasal dari Inggris, sedangkan ibunya keturununan Amerika-Afrika. Ibu Slash, Ola Hudsons, adalah seorang perancang pakaian yang bekerja untuk David Bowie, dan bapaknya adalah seorang seniman yang menyumbang ansambel hidup bagi musisi terkenal termasuk Neil Young dan Joni Mitchell. Slash dbesarkan di kota Stoke-on-Trent, Staffordshire, sampai ia berumur 11 tahun, saat orang-tuanya memindahkan keluarganya ke Los Angeles, California di pertengahan tahun 1970. Tetapi kemudian orang tua Slash berpisah, dan setelah itu, Slash tinggal bersama ibunya dan David Geffen. Dia diberikan nama panggilan "Slash" oleh teman keluarganya, [[Seymour Cassel]. Saat berumur 16, sebelum ia dikeluarkan dari sekolah Crespi Carmelite, Slash diberikan gitar pertamanya oleh neneknya. Gitar itu hanya mempunyai 1 helai tali (string). Dia menghabiskan setiap harinya untuk berlatih. Akhirnya, fokus seluruhnya dipertaruhkan atas musik dan dia membuat keputusan untuk berhenti sekolah. Di artikel majalah Rolling Stone
(Kebangkitan besar saya terjadi ketika saya berumur empat belas tahun. Saya sudah mencoba memasuki celana gadis ini yang lebih tua untuk sesaat, dan dia akhirnya membiarkan saya datang ke rumahnya. Kami berkeluyuran, menghisap beberapa batang dan mendengarkan lagu Aerosmith, Rocks. Itu memukul saya seperti tertimpa satu ton bata. Saya duduk di sana mendengarkannya berulang-ulang kali dan secara total mengesampingkan gadis ini. Saya teringat saat mengendarai sepeda saya kembali ke rumah nenek dimana saat itu saya mengetahui hidup saya telah berubah. Sekarang saya bisa memahami sesuatu.)
Ketika Road Crew bubar, Slash bergabung dengan band lokal, Black Sheep. Diketuai oleh Willie Bass, band ini kemudian saling berbagi seorang agen dengan band lainnya, yang dikenal sebagai Hollywod Rose. Pada 1984, kedua band tersebut membuka untuk band Christian Metal Stryper. Setelah pertunjukan tersebut, Slash dan lead singer Axl Rose diperkenalkan kepada satu sama lain oleh seorang teman. Keduanya dengan cepat menjadi teman, dan setelah beberapa bulan, Slash dan Steven Adler diundang bergabung dengan Axl Rose, Duff McKagan dan Izzy Stradlin sebagai personel band, Guns N Roses.

1.DAVE SABO



Biografi

Ia lahir pada 16 September 1964, di Perth Amboy, New Jersey, dan dibesarkan di Sayreville, menyusuri jalan dari Jon Bon Jovi. Ibunya, Dorothy, atau "Mama Ular" sebagaimana dia dikenal, mengangkat dia dan saudara-saudaranya sendiri. Sangat dipengaruhi oleh rock n 'roll musik era itu, termasuk beberapa Motown, ia mendapati dirinya mendengarkan orang-orang seperti Kiss, Aerosmith, Judas Priest, Black Sabbath, The Rolling Stones, dan Van Halen. Ibunya telah membeli saudaranya $ 40 gitar yang ia segera kehilangan minat, paving jalan bagi Dave untuk mengambil instrumen pada usia 14.

Dave juga gitaris pertama untuk bergabung dengan Jon Bon Jovi ketika ia membentuk band pertamanya untuk menampilkan lagu "Runaway" setelah dirilis di kompilasi catatan, hanya untuk digantikan oleh Richie Sambora.

Ia juga paman dari mantan Tenis ATP Sabo Matt profesional.

Sebuah kesempatan bertemu dengan pemain bas lokal Rachel Bolan di Garden State Music Store di mana dia bekerja ditetapkan-Nya dalam arah membentuk band yang akan mendapat dia ketenaran. Kemitraan mereka tidak hanya terbukti menjadi langkah yang tepat dengan lagu mereka, tetapi untuk persahabatan juga, karena mereka masih menganggap diri mereka menjadi sahabat.

Dia mencintai olahraga (misalnya, New York Mets, New York Jets dan New York Knicks), video game (bisbol), junk food (burrito, taco, Doritos, chili dog), dan nomor "13". Dia berdiri 5 '9 ", memiliki mata hijau dan rambut cokelat tua yang telah dicelup banyak warna selama bertahun-tahun.

Dia digambarkan dalam kata-katanya sendiri demikian: "Memang sulit untuk bersikap objektif ketika Anda berbicara tentang diri Anda, tapi saya pasti yang paling berkepala dingin. Saya dapat mengatakan bahwa jujur, ketika datang kepada orang-orang yang masuk sepenuhnya arah berlawanan, Aku orang yang mungkin bisa membawanya bersama-sama. Siapa yang menemukan landasan bersama. Itu mungkin saya titik kuat. titik buruknya adalah bahwa aku khawatir. "[rujukan?] Ketika ditanya di mana berasal dari nama panggilan, tahun yang lalu dia mengatakan bahwa hal itu muncul sebagai hasil dari fantasi dia pada 14 tentang sebuah perjumpaan dengan dua ratu porno yang "terpesona pada ketebalan saya bahwa mereka memanggil saya 'The Snake'". Kebenaran sebenarnya sangat berbeda dengan fantasi. Nama panggilan, pada kenyataannya, terjadi dari teman masa kecil, Mike Thompson, yang menyembul menyenangkan pada sehelai rambut yang tumbuh "ular-seperti" dari Dave dada, ketika ia berusia sekitar dua belas.

Sebuah kutipan terkenal dari Snake datang ketika ia dan Skid Row membuat penampilan pada akses kabel pertunjukan yang disebut "Rock Di New England". Ketika diminta untuk melakukan pengumuman layanan publik terhadap mengemudi dalam keadaan mabuk, ia berkata: "Jangan minum dan mengemudi. Anda mungkin menumpahkan minuman Anda.

2.Eric Clapton


Eric Patrick Clapton CBE (lahir 30 Maret 1945) adalah seorang Inggris gitaris blues-rock, penyanyi, pencipta lagu, dan komponis. Clapton telah diangkat ke dalam Rock and Roll Hall of Fame sebagai anggota Yardbirds, dari Cream, dan sebagai artis solo, menjadi satu-satunya orang yang pernah tiga kali akan dilantik. Sering kali dilihat oleh para kritikus dan penggemar sama-sama sebagai salah satu yang paling penting dan berpengaruh gitaris sepanjang masa, [2] Clapton menduduki peringkat keempat di majalah Rolling Stone daftar "100 Greatest gitaris of All Time" [3] dan # 53 on mereka daftar Delapan Dewa: 100 Greatest Artists of All Time. [4]

Meskipun Clapton bervariasi gaya musiknya sepanjang karirnya, ia selalu tetap didasarkan pada blues. Namun, meskipun fokus ini, ia dipuji sebagai inovator dalam berbagai genre. Ini termasuk blues-rock (bersama John Mayall & the Bluesbreakers dan Yardbirds) serta psychedelic rock (with Cream). Bagan Clapton sukses tidak terbatas pada blues, dengan chart-toppers di Delta Blues (Me and Mr Johnson), pop ( "Change the World") dan reggae (Bob Marley's "I Shot the Sheriff") (Ia sering dikreditkan untuk membawa reggae dan Bob Marley untuk mainstream.) Dua rekaman yang paling sukses adalah cinta hit lagu "Layla", yang dia bermain dengan band Derek dan domino, dan Robert Johnson's "Crossroads", yang telah-nya lagu pokok sejak hari-harinya dengan Cream.

3.Paul Gilbert


Nama Lengkap: Paul Brandon Gilbert Website Resmi: Paul Gilbert Tempat/Tgl Lahir: 6 November 1966 di Carbondale Illinois - USA. Group Band Saat Ini: Racer X Group Band Sebelumnya: Racer X, Mr.Big Pengaruh: Eddie Van Halen Pendidikan: Tamatan GIT (Guitar Institute Of Technology) dan Instruktur GIT. Gitar: Ibanez Paul Gilbert Model (PGM) Signature Series Keahlian: Alternate Picking, String Skipping, Arpeggio, dll.

Paul Gilbert merupakan salah satu dewa gitar seperti halnya Steve Vai, Yngwie, John Petrucci lainnya. Sebelumnya Paul dikenal melalui group bandnya Mr.Big, rekaman Mr.Big yang laku keras turut membesarkan nama Paul di dunia musik rock.

Paul sendiri sudah cukup mengegerkan dunia gitaris pada tahun 86-87 sebagai pemain gitar tercepat di dunia ketika Paul masih bergabung dengan group band Racer X. Teknik permainannya telah sempurna saat ia baru menginjak 17 tahun itu.

Pada usia 5 tahun (1971) Paul sudah mulai mempelajari gitarnya, 10 tahun berikutnya (1981) Paul coba mengirim demo rekamannya ke produser Mike Varney dan di luar dugaanya Mike sangat mengagumi permainannya di samping Tony Macalpine.

Pada tahun 1984 Paul pindah ke LA dan melanjutkan sekolah gitarnya ke GIT (Guitar Institute of Technology) dan kini telah menjadi instruktur sekolah gitar bergengsi ini.

Pada tahun 1986 dia bergabung dengan band pertamanya Racer X dengan album debutnya "Street Lethal ", kemudian "Second Heat" (1987) & "Live! Extreme Volume" (1988).

Pada tahun 1989 Paul meninggalkan Racer X dan bergabung dengan group band MR.BIG dengan pemain bass yang disegani "Billy Sheehan", vocalis Eric Martin dan drummer Pat Torpey.

Mereka meluncurkan album pertamanya "MR.BIG" dan MR.BIG tampil untuk pertama kalinya di Jepang pada bulan Oktober.

Selanjutnya Paul meluncurkan album berikutnya: "Live! Raw Like Sushi" (1990), "Mr Big - Lean into it" (1991), "Mr.Big - San Francisco Live" (1992), "Racer X - Live Extreme Volume 2" (1992), "Mr.Big - Bump Ahead" (1993), "Mr.Big - Live! Raw Like Sushi 2" (1994), "HEY MAN" & " The best of MR.BIG" (1996), "Hard Rock Cafe", " Live At Budokan " & solo " King of Club" (1997)

Lagu "To Be With You" (dari Album "Lean Into It") menduduki posisi pertama di majalah Billborad USA selama 3 minggu.

Pada tahun 1998 Paul tampil pertama kali di Jepang dengan solo albumnya. Paul meluncurkan album solo "Flying Dog". Tahun 1999 Paul kembali ke Jepang dan meluncurkan album solo kedua "Beehive Live" dan album ketiga Racer X "Technical Difficulties".

Tahun 2003 album Burning Organ dirilis, kali ini masuk ke label Indonesia dibawah naungan Staria Enterprise. Namun album berikutnya, Acoustic Samurai tidak lagi di Staria, melainkan berpindah ke label Variant Music. Kemudian Paul menggelar promo tur album "Spaceship One" hingga ke Indonesia. Hal ini disambut antusias oleh penggemar-penggemarnya, pasalnya banyak artis asal Amerika yang menarik diri karena takut disweeping oleh pihak-pihak tertentu.

udaahh dulu yaa TSny capee...
More about → 10 Gitaris terbaik Sepanjang Masa

Soul Hudson

Diposting oleh Nurul Imam

Saul Hudson (lahir 23 Juli 1965),lebih sering diketahui sebagai Slash sebagai nama panggungnya, adalah seorang gitaris berkebangsaan Amerika-Inggris. Slash adalah mantan lead guitarist Guns N' Roses dan sekarang sebagai lead guitarist Velvet Revolver.

Slash
Performe Slash pada 2008
Performe Slash pada 2008
Latar belakang
Nama lahir Saul Hudson
Nama lain Slash
Genre Hard rock
Pekerjaan Musisi/Pencipta lagu
Instrumen Gitar
Tahun aktif 1983-sekarang
Perusahaan rekaman UZI Suicide, Geffen, Koch, RCA
Terkait
dengan
Guns N' Roses, Slash's Snakepit, Slash's Blues Ball, Velvet Revolver, Hollywood Rose, Lenny Kravitz, Michael Jackson, Derek Sherinian, Tidus Sloan, Poison, Black Sheep
Situs web www.slashonline.com
Instrumen khusus
Gibson Les Paul

1. Biografi

1. 1. Kehidupan Awal

Slash lahir di Hampstead, pinggiran kota London. Ayah Slash berasal dari Inggris, sedangkan ibunya keturununan Amerika-Afrika. Ibu Slash, Ola Hudsons, adalah seorang perancang pakaian yang bekerja untuk David Bowie, dan bapaknya adalah seorang seniman yang menyumbang ansambel hidup bagi musisi terkenal termasuk Neil Young dan Joni Mitchell. Slash dbesarkan di kota Stoke-on-Trent, Staffordshire, sampai ia berumur 11 tahun, saat orang-tuanya memindahkan keluarganya ke Los Angeles, California di pertengahan tahun 1970. Tetapi kemudian orang tua Slash berpisah, dan setelah itu, Slash tinggal bersama ibunya dan David Geffen. Dia diberikan nama panggilan "Slash" oleh teman keluarganya, [[Seymour Cassel]. Saat berumur 16, sebelum ia dikeluarkan dari sekolah Crespi Carmelite, Slash diberikan gitar pertamanya oleh neneknya. Gitar itu hanya mempunyai 1 helai tali (string). Dia menghabiskan setiap harinya untuk berlatih. Akhirnya, fokus seluruhnya dipertaruhkan atas musik dan dia membuat keputusan untuk berhenti sekolah. Di artikel majalah Rolling Stone, katanya:




Slash
“ My big awakening happened when I was fourteen. I'd been trying to get into this older girl's pants for a while, and she finally let me come over to her house. We hung out, smoked some pot and listened to Aerosmith's Rocks. It hit me like a fucking ton of bricks . I sat there listening to it over and over, and totally blew off this girl. I remember riding my bike back to my grandma's house knowing that my life had changed. Now I identified with something. ” ( Kebangkitan besar saya terjadi ketika saya berumur empat belas tahun. Saya sudah mencoba memasuki celana gadis ini yang lebih tua untuk sesaat, dan dia akhirnya membiarkan saya datang ke rumahnya. Kami berkeluyuran, menghisap beberapa batang dan mendengarkan lagu Aerosmith, Rocks . Itu memukul saya seperti tertimpa satu ton bata. Saya duduk di sana mendengarkannya berulang-ulang kali dan secara total mengesampingkan gadis ini. Saya teringat saat mengendarai sepeda saya kembali ke rumah nenek dimana saat itu saya mengetahui hidup saya telah berubah. Sekarang saya bisa memahami sesuatu .)

Disamping Aerosmith, pengaruh awal Slash termasuk AC/DC, Alice Cooper, Black Sabbath, Jeff Beck, Eric Clapton, Iron Maiden, Rory Gallagher, Jimi Hendrix, David Bowie, Led Zeppelin, Queen, Rolling Stone, Thin Lizzy, Van Halen dan Festival of Weeks. Pada tahun 1983, setelah gagal bergabung dengan Poison bersama teman masa kecilnya, Steven Adler, mereka bersama membentuk Road Crew. Slash menempatkan iklan di sehelai koran untuk bassis, dan setelah itu ia menerima jawaban dari Duff McKagan. Ketika Road Crew bubar, Slash bergabung dengan band lokal, Black Sheep. Diketuai oleh Willie Bass, band ini kemudian saling berbagi seorang agen dengan band lainnya, yang dikenal sebagai Hollywod Rose. Pada 1984, kedua band tersebut membuka untuk band Christian Metal Stryper. Setelah pertunjukan tersebut, Slash dan lead singer Axl Rose diperkenalkan kepada satu sama lain oleh seorang teman. Keduanya dengan cepat menjadi teman, dan setelah beberapa bulan, Slash dan Steven Adler diundang bergabung dengan Axl Rose, Duff McKagan dan Izzy Stradlin sebagai personel band, Guns N Roses.

More about → Soul Hudson

Joe Perry (Aerosmith)

Diposting oleh Nurul Imam

Anthony Joseph "Joe" Perry (lahir 10 September, 1950) adalah gitaris, dan vokalis pendukung sesekali, dan memberikan kontribusi penulis lagu untuk band rock Aerosmith. Dia peringkat 48 dalam daftar Rolling Stone's - The 100 Greatest Gitaris Semua Time. The 100 Greatest Guitarists of All Time.



Awal kehidupan

Sisi ayah dari keluarga Perry adalah Portugis, berasal dari Madeira. Kakeknya berubah nama keluarga dari Pereira ke Perry saat tiba di Amerika Serikat. sisi ibu-Nya adalah Italia, Naples lebih spesifik.

Perry lahir di Lawrence, Massachusetts dan dibesarkan di kota kecil Hopedale, Massachusetts. Di sana, ayahnya seorang akuntan dan ibunya guru sekolah menengah olahraga dan kemudian seorang instruktur aerobik. Dia kemudian pensiun ke Arizona ketika ayah Perry meninggal pada tahun 1975. Perry juga menghadiri sekolah persiapan Vermont Academy, sebuah sekolah asrama dari sekitar 230 siswa di Sungai Saxton, Vermont.



Aerosmith

Selama tahun-tahun awal Joe Perry ia membentuk band dengan Tom Hamilton yang berjudul The Jam Band. Setelah pertemuan dengan Tyler Steven, Joe, Tom, Brad Whitford dan Joey Kramer akhirnya bergabung dan band ini menjadi Aerosmith. Walaupun awalnya ditolak sebagai Rolling Stones knock-off, band ini masuk ke sendiri selama pertengahan 1970-an dengan rekaman hit string. Kepala di antara keberhasilan tersebut Mainan di Loteng (1975) dan Rocks (1976), sebagian besar berkat prevalensi bebas-bentuk, album-berorientasi FM radio. Grup ini juga berhasil single hit pada AM dial dengan lagu-lagu seperti "Dream On", "Same Old Song and Dance", "Sweet Emotion" dan "Walk This Way".

Selama waktu ini, Perry dan Steven Tyler vokalis dikenal sebagai "Toxic Twins" untuk berpesta mereka terkenal keras dan penggunaan narkoba. pengedar narkoba Hard-core membuat menarik uang tunai berikut Aerosmith di seluruh negeri tahu akan ada pasokan terbatas dari pelanggan. Aerosmith di juluki "The Army Blue", yang disebut oleh band setelah tak ada habisnya jumlah remaja di antara penonton mengenakan jaket denim biru dan jins biru. Penonton melimpah pria dengan rambut yang sangat panjang.

Setelah Rocks, kelompok itu mulai tersandung - penggunaan narkoba meningkat dan proses kreatif menjadi terhambat oleh hubungan yang tegang dalam band. Mereka berhasil memukul rekor pada tahun 1977 dengan Draw the Line yang Perry nyanyikan pada lagu "Bright Light Fright", dianggap oleh beberapa untuk menjadi salah satu album highlights. Sebuah tur musim gugur '77 dijadwalkan, tetapi karena orang banyak menjadi lebih berbahaya, kekerasan diikuti. Sebuah bom dilemparkan cherry ke panggung di Philadelphia di The Spectrum bulan Oktober 1977, melukai,, baik Perry dan Tyler.

Musim panas 1979 melihat judul di atas band Van Halen, Ted Nugent, AC / DC dan Foreigner selama konser festival musik dunia. Argumen di belakang panggung di Cleveland mengakibatkan istri Joe Perry melemparkan segelas susu pada istri Tom Hamilton. Hal ini akan membuktikan menjadi titik balik yang melihat Perry berhenti di Aerosmith, mengambil pengumpulan bahan tidak tercatat dengan dia, yang kemudian akan menjadi dasar-nya, Let the Music Do the Talking album.



Solo Album

Perry merilis solo pertamanya catatan, diri-berjudul Joe Perry, pada Mei 2005. Itu tercatat di studio rumahnya (The Boneyard) di Boston pinggiran kota, dengan setiap instrumen namun dimainkan oleh Perry drum sendiri. Kritik juga menanggapi positif; Rolling Stone majalah dimahkotai dengan tiga dan setengah-(dari lima) bintang, menyatakan "A Joe Perry solo joint? Tentang waktu!" Dia juga dinominasikan untuk "Best Rock Instrumental" pada Grammy 2006 untuk lagu "Mercy" tetapi kalah dari Les Paul.

Return of the Joe Perry Project

Pada tahun 2009, tour dengan Aerosmith, Joe Perry mengumumkan bahwa ia akan Joe merilis album baru Joe Perry Project album entitled Have Guitar, Will Travel,, yang dirilis pada tanggal 6 Oktober 2009. Single pertama dari album ini "We've Got a Long Way to Go." Hal ini menandai pertama Joe Perry Proyek album sejak tahun 1983.'s Once a Rocker, Always a Rocker, and the fifth Joe Perry solo album

Informasi latar belakang

Nama lahir : Anthony Joseph Perry
Lahir : September 10, 1950 (1950/09/10) (umur 59)
Lawrence, Massachusetts, AS
Genre : Hard rock, blues-rock, heavy metal
Pekerjaan : Musisi, pencipta lagu
Instrumen : Gitar, vokal, bass, keyboard, talkbox
Tahun aktif : 1970 - sekarang
Terkait dengan : Aerosmith, The Joe Perry Project
Website : www.joeperry.com

Info dari Wikipedia
More about → Joe Perry (Aerosmith)

Steven Tyler's (Stephen Victor Tallarico) Aerosmith

Diposting oleh Nurul Imam

Stephen Victor Tallarico (born March 26, 1948), better known as Steven Tyler, is an American musician, songwriter and multi-instrumentalist. He is best known as the frontman and lead singer for the Boston-based rock band Aerosmith.

In the 1970s and early 1980s, Tyler was also known for his heavy drug and alcohol abuse, though he completed drug rehabilitation in 1986 and maintained sobriety for over 20 years until he started abusing painkillers in 2009 and has since returned to rehab. [1] During his high-energy stage performances, he usually dresses in bright, colorful outfits with his trademark scarves hanging from his microphone stand. He was recently named 99th on Rolling Stone's 100 greatest singers.[2] He is also ranked 3rd on Hit Parader's Top 100 Metal Vocalists of All Time.

Early life



Tyler was born Stephen Victor Tallarico in Scarsdale, New York on March 26, 1948.[3] He is of Italian (his grandfather Giovanni Tallarico was born in Cotronei, Calabria)[4] and German descent on his paternal side. His maternal background is Cherokee and Russian or Ukrainian.[citation needed] Tyler is the second of two children, having an older sister, Lynda. His family later moved to Yonkers, where he attended Roosevelt High School. He was expelled from Roosevelt for drug use and later graduated from Leonard Quintano's School for Young Professionals.[citation needed] Before working as a professional musician, Tyler says he worked several odd jobs, including a stint at a bakery.[5]

Music has always played a large role in Tyler's life as he was the son of a classical musician who helmed the Vic Tallarico Orchestra. His father taught music at Cardinal Spellman High School in the Bronx for many years.[6] Steven Tyler also took a liking to blues and in the 1960s, he was originally a drummer and later became the lead singer in a variety of local rock and roll bands including The Strangeurs (later changed to Chain Reaction), The Chain, and William Proud. Tyler spent time in the summers of his youth at New Hampshire's Lake Sunapee, where he met his future band mates, Joe Perry and Tom Hamilton. He has residences in Marshfield, MA, Sunapee, NH, Cape Cod, New York City, and Los Angeles.

Career


Formation and success of Aerosmith


In 1965 Tyler wrote "Dream On". In 1969, Tyler attended a local rock show in Sunapee, Around 1971, the band moved to Boston, Massachusetts and shared a small apartment on Commonwealth Avenue in Brighton. A former mate of Tyler's from New York, Joey Kramer, was recruited to play drums and later, they added a rhythm guitarist: Brad Whitford, who replaced Tyler's boyhood friend Ray Tabano.

After spending time on the Boston club circuit, under the tutelage of their first manager, Frank Connelly, the band began working with New York managers Steve Leber and David Krebs. They subsequently signed a record deal in 1971 and released their eponymous debut album in 1973. It was followed by Get Your Wings (1974), Toys in the Attic (1975), Rocks (1976), and Draw the Line (1977), which catapulted Aerosmith to international fame and recognition. These albums produced legendary hits like "Dream On", "Walk This Way", and "Sweet Emotion". Aerosmith's first five albums have also all gone multi-platinum, and all five are considered to be among the greatest hard rock albums of all time. However, as the decade wore on, the fast-paced life of touring, recording, living together, and using drugs began to take its toll on the band.

Tyler and Perry were often called the Toxic Twins, for their legendary intake of stimulants and heroin. Their relationship is well documented in many of Aerosmith's video releases as well as in the Aerosmith Behind the Music.

Perry left Aerosmith to begin Joe Perry Project.

He was replaced by Jimmy Crespo. Jimmy formed a writing partnership with lead singer Steven Tyler, co-writing and producing the album Rock In A Hard Place. Crespo was the key in keeping Aerosmith together until Brad Whitford left, being replaced by Rick Dufay.

Reuniting and getting clean

On the 19th of February, 1983, Joe Perry and Brad Whitford, who left the band in 1979, showed up to an Aerosmith show. According to the band's Behind the Music special on VH1, Tyler alleges he made the first phone call to Joe Perry encouraging them to meet up again. Backstage, they all met and Perry and Whitford agreed to join the band once again.

Aerosmith embarked on a reunion tour called, "The Back in the Saddle Tour," and proceeded to record once again. One problem was still remaining, however, and that was the drug addictions of the band members, especially Tyler, who had collapsed onstage during several performances in the early 1980s and had long suffered a heroin addiction. Aerosmith's new manager Tim Collins and the rest of the reunited band knew that they wouldn't get anywhere with their leader Steven Tyler still under the heavy influence of drugs. In 1986, they held a meeting in which they pressured Tyler into entering a strict drug rehabilitation program.

After Tyler had completed drug rehab, every other member of Aerosmith eventually went into rehab and all had successfully exited their respective programs at various times in the mid-late 1980s.

Comeback and superstardom

In 1985, Aerosmith released their comeback album Done With Mirrors, which produced generally lackluster results for the band. In 1986, however, Tyler and Perry collaborated with Run-D.M.C. for a remake of Aerosmith's 1975 hit "Walk This Way", which hit #4 on the charts and was recently in Rolling Stone Magazine as song #37 for top 100 songs that changed the world. "Walk This Way" introduced both rap music and Aerosmith to a new generation, as well as helping sow the seeds for a major comeback. Aerosmith came back big in 1987 with Permanent Vacation, which charted three Top 20 singles and sold four million copies. The band followed up in 1989 with Pump and once again in 1993 with Get a Grip, both of which sold seven million copies apiece and launched the band into global superstardom, well eclipsing their success in the 1970s. The three albums won critical acclaim for their innovative musical styles, featured a dozen Top 40 singles, produced theatrical music videos, and won the band dozens of awards. Aerosmith's subsequent touring and appearance on television and in film turned the band into one of the biggest pop culture icons. Steven Tyler, as the frontman for the group, became a symbol for the band, a pop icon, and a household name in his own right.

The band took a healthy break in 1995 to spend time with their families, in the wake of their grueling lifestyle of the previous ten years, under the helm of manager Tim Collins, who helped orchestrate much of the band's comeback and sustained success. However, Aerosmith almost came to a screeching halt as Collins pressured the exhausted band members and spread rumors that the band was breaking up and that Steven Tyler was being unfaithful to his wife and using drugs again. He was subsequently fired. This, along with a producer change, delayed the recording process for Nine Lives, which was finally released in 1997. While not coming close to the sales figures of Get a Grip, it still went double platinum, and the band managed to stay on top and toured for over two years in support of the album.

In 1997, Steven Tyler and Joe Perry were featured in a commercial for the GAP, performing a bluesy number with Tyler on harmonica. This was part of an ad campaign by Gap featuring a variety of music artists.

In 1998, while on tour in support of the album Nine Lives, Steven Tyler suffered a ligament injury when his mic stand came crashing into his knee. Tyler and the band finished the show, but they had to cancel several dates and Tyler had to wear a leg cast while filming the video for "I Don't Want to Miss a Thing", which hit #1 on the charts that year.

2000–08

The beginning of the 21st century saw Aerosmith spotlight at the Super Bowl XXXV Halftime Show, be inducted into the Rock and Roll Hall of Fame, and release another platinum album.

Since 2001, Aerosmith has launched a successful tour every year and has maintained an active role in the music industry, recording the albums Just Push Play (2001) and Honkin' on Bobo (2004). In addition to this, Steven Tyler has kept busy with a variety of side projects and guest appearances.

After the September 11, 2001 attacks, the band performed at the benefit concert "United We Stand" in Washington, D.C. Tyler donned a full-length jacket featuring the American flag and the band performed a brief set including the moving numbers "Livin' on the Edge" and "I Don't Want to Miss a Thing". The band flew back to Indianapolis to perform a show that same night.

In 2003, Tyler received an honorary degree from Berklee College of Music, and, in 2005, received an honorary doctorate from the University of Massachusetts Boston. In 2003, Tyler also inducted AC/DC into the Rock and Roll Hall of Fame, after he and his band were inducted two years earlier. Tyler sang with AC/DC frontman Brian Johnson for a performance of "You Shook Me All Night Long." "The Grind", from Aerosmith's Honkin' on Bobo, is also featured. He also sang the National Anthem to kick off the 2004 World Series at Fenway Park.

The 2004 Christmas movie The Polar Express featured Steven Tyler singing the lyrics to a rocking number entitled "Rockin' on Top of the World" as well as a group of computer-animated elves resembling Aerosmith performing the song.

While Joe Perry kept busy in 2005 with his self-titled solo album, Steven Tyler kept busy with a variety of projects. That year, he sang lead vocals on Santana's hit single "Just Feel Better". Tyler also made a cameo appearance in the film Be Cool which stars John Travolta and Uma Thurman. In the film, Steven Tyler does a duo of "Cryin'" with upcoming singer Linda Moon (played by Christina Milian).

In 2006, after healing from throat surgery and the grueling Rockin' the Joint Tour, Steven Tyler made a noteworthy return. One noteworthy event was when he performed with Joe Perry and the Boston Pops Orchestra for the orchestra's annual Fourth of July spectacular, his first major public appearance since the surgery. During the concert, which was broadcast nationally on CBS, Tyler, Perry, and the orchestra performed a medley of "Walk This Way", "I Don't Want to Miss a Thing" and "Dream On".

Tyler also recorded a duet with country music artist Keith Anderson, titled "Three Chord Country and American Rock & Roll". The song, a remixed version of a song found on Anderson's debut album, was released as a single on the U.S. Hot Country Songs charts.

Later that year, in addition to working with Aerosmith by touring and recording a new album, Tyler made several more public appearances. He made a cameo appearance on the sitcom Two and a Half Men, playing himself as a noisy, obnoxious neighbor. On October 14, 2006 Tyler sang "God Bless America" during the seventh inning stretch at Game #3 of the National League Championship Series between the St. Louis Cardinals and the New York Mets at Busch Stadium in St. Louis, Missouri. On November 24, Steven volunteered by serving Thanksgiving dinner to the needy at a restaurant in West Palm Beach, Florida before an Aerosmith show there.

In 2007, Tyler kept active in Aerosmith with the band's world tour which saw them perform in 19 countries.

On May 21, 2008, it was reported that lead singer Steven Tyler had checked into Las Encinas Hospital rehabilitation clinic, in Pasadena, California, to peacefully recover from multiple leg surgeries. He made a public statement saying that "The 'foot repair' pain was intense, greater than I'd anticipated. The months of rehabilitative care and the painful strain of physical therapy were traumatic. I really needed a safe environment to recuperate where I could shut off my phone and get back on my feet."

On July 14, 2008, Tyler's mother, Susan Ray Tallarico, died aged 84.

On July 18, 2008, Steven Tyler appeared with Billy Joel at the last concert to be played at Shea Stadium. Backed by Joel's band, he sang lead vocals on "Walk This Way".

In August 2008, HarperCollins has won an auction to publish the autobiography of Steven Tyler.

In December 2008, he made a surprise appearance at the Trans-Siberian Orchestra concerts at Nassau Coliseum (December 12, 2008) and the Izod Center (December 13, 2008). He was the "surprise finale." At the Izod Center, he collaborated with the Trans-Siberian Orchestra on "Dream On" and "Sweet Emotion".

Recent events

On August 5, 2009 Tyler fell off stage near Sturgis, South Dakota injuring his head, neck and breaking his shoulder.He was airlifted to Rapid City Regional Hospital.[12][13][14][15] Because of the fall Aerosmith was forced to cancel the rest of their 2009 Tour except for two shows in Hawaii in October. Back in 2007 Aerosmith had to cancel their first concert in Maui which resulted in 8,000 class-action plaintiffs in a suit over the band's cancellation of the Maui show. Attendees received tickets and, in some cases, reimbursements for out of pocket expenses.

Steven Tyler has recently helped make a harmonica for Hohner as part of a "Signature Series."

On November 9, 2009, it was reported that Steven Tyler has had no contact with the other members of Aerosmith and that they were unsure if he was still in the band.On November 10, 2009, Joe Perry confirmed that Steven Tyler had quit Aerosmith to pursue a solo career and was unsure whether the move was indefinite. No replacement for Tyler was announced.

Despite rumors of leaving the band, and notwithstanding Perry's comment as reported earlier the same day, Tyler joined The Joe Perry Project onstage November 10, 2009 at the Fillmore New York at Irving Plaza and performed the Aerosmith classic "Walk This Way." According to sources at the event, Tyler assured the crowd that despite rumors to the contrary, he is "not quitting Aerosmith."Although Tyler had said he is not quitting Aerosmith, band members are worried he has fallen into drugs again. It was reported by Rolling Stone magazine on December 22 that Tyler has checked into rehab for pain management and an addiction to pain killers, and that he is keen to start working with the band after rehab.

On February 15, 2010, it was announced that Aerosmith would headline the Download Festival in Donington, England with the affirmation that Steven Tyler alone would appear as singer for the group.

On March 26, 2010, it was reported that Steven Tyler, intrigued by the 2009 Chris Cornell record Scream, would be teaming up with Timbaland to record a rap album. Guest appearances by Reverend Run and Darryl Mac of Run-D.M.C., Kid Rock, and T-Pain are rumored to be featured on the new project.

Discography

With Aerosmith

Collaborative work

Year Song Artist Album
1986 "Walk This Way" Run-D.M.C. featuring Steven Tyler and Joe Perry Raising Hell
1988 "Wild Thing" Sam Kinison; guest performers include Steven Tyler Have You Seen Me Lately?
1989 Various tracks Alice Cooper; guest performers include Steven Tyler Trash (album)
1989 "Slice of Your Pie" Mötley Crüe; guest performers include Steven Tyler Dr. Feelgood
1989 "Sticky Sweet" Mötley Crüe; guest performers include Steven Tyler Dr. Feelgood
2001 "Misery" Pink featuring Steven Tyler and Richie Sambora Missundaztood
2002 "Sing for the Moment" Eminem featuring Steven Tyler and Joe Perry (uncredited; Dream On sample used; New recording not done) The Eminem Show
2004 "I'm a King Bee" Steven Tyler and Joe Perry Lightning in a Bottle Soundtrack
2005 "Just Feel Better" Santana featuring Steven Tyler All That I Am
2006 "Three Chord Country and American Rock & Roll" Keith Anderson featuring Steven Tyler Three Chord Country and American Rock & Roll
2006 "Roots,Rock,Reggae" Bob Marley featuring Steven Tyler Chant Down Babylon
2009 "Cryin'" and "Smile" Chris Botti featuring Steven Tyler Chris Botti in Boston

Filmography

Year Film Role
1978 Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band Member of the Future Villain Band
1990 Saturday Night Live: Musical guest; "Wayne's World" sketch Himself
1991 The Simpsons: "Flaming Moe's" episode Himself (voice)
1993 Wayne's World 2 Himself
1993 Saturday Night Live: Musical guest; "Bad Dancer" sketch Himself
1997 Saturday Night Live: Musical guest; "Mary Katherine Gallagher" sketch Himself
1999 Clubland David Foster
2001 Saturday Night Live: Musical guest Himself
2003 Lizzie McGuire Father Christmas/Himself
2004 The Polar Express Elf Lieutenant / Elf Singer
2004 Goodnight Joseph Parker Sammy
2005 Be Cool Himself
2006 Two and a Half Men: two episodes Himself
2009 Chris Botti in Boston Himself

Dirico Motorcycles (formerly Red Wing Motorcycles)

On September 15, 2007 at New Hampshire International Speedway, Steven announced the launch of Dirico Motorcycles (formerly Red Wing Motorcycles). Dirico's bikes are designed by Steven Tyler, engineered by Mark Dirico, and built by AC Custom Motorcycles in Manchester, New Hampshire.

Steven has been a long time motorcycle fan and riding enthusiast.About the new Dirico Motorcycles Tyler said, “You get on one of these bikes and you can ride for days. These bikes are slick, rugged, and just damn cool. And they’re amazing to look at.”

Steven Tyler also participates in a variety of charity auctions involving motorcycles, including the Ride for Children charity.

Personal life

Relationships

Steven had a brief relationship with fashion model Bebe Buell, during which he fathered actress Liv Tyler[5] (Buell initially claimed that the father was Todd Rundgren to protect Liv from Steven's then drug addiction). In 1978, he married Cyrinda Foxe [5] an ex-Warhol model, and the former wife of New York Dolls' lead singer David Johansen, and fathered plus-sized model Mia Tyler. He and Foxe divorced in 1987; in 1997, she published Dream On: Livin' on the Edge With Steven Tyler and Aerosmith, a memoir of her life with Tyler. Cyrinda Foxe died from brain cancer in 2002. He has one grandson, Milo William Langdon (born December 14, 2004 in New York City),[23] from daughter Liv's marriage to British musician Royston Langdon.

In 1988, he married clothing designer Teresa Barrick.[5] In February 2005, the couple announced that they were separating due to personal problems. In January 2006 the divorce was official. He fathered a daughter and a son, Chelsea Tallarico (March 6, 1989), and Taj Tallarico (January 31st, 1991).[24]

Throat surgery

On March 22, 2006, just 4 days before his 58th birthday, the Washington Post reported that Tyler would undergo surgery for an "undisclosed medical condition." A statement from Tyler's publicist read in part, "Despite Aerosmith's desire to keep the tour going as long as possible, [Tyler's] doctors advised him not to continue performing to give his voice time to recover." Aerosmith's remaining North American tour dates in 2006 on the Rockin' the Joint Tour were subsequently cancelled as a result.

The surgery, to correct a popped blood vessel in his throat, was a success. In the words of Tyler: "He just took a laser and zapped the blood vessel." After a few weeks of rest, Steven Tyler and the rest of Aerosmith entered the studio on May 20, 2006 to begin work on their new album.

On July 3 and 4th, 2006, Tyler and Joe Perry hit the stage on the Boston Waterfront with the Boston Pops Orchestra and sang the songs "Dream On", "Walk This Way", and "I Don't Want To Miss A Thing" as part of the Boston 4th of July Fireworks Spectacular. The concert was notable as Tyler's first public performance since the surgery. A tour launched later in fall 2006 with Mötley Crüe, titled the Route of All Evil Tour.

Steven Tyler's throat surgery was featured in 2007 on an episode of the National Geographic Channel series, Incredible Human Machine.

Battle with Hepatitis C

In a September 2006 interview with Access Hollywood, Steven Tyler revealed that he had been suffering from Hepatitis B and Hepatitis C for the past 11 years. He was diagnosed with the disease in 2003 and had undergone extensive treatment from 2003–2006, including 11 months of interferon therapy, which he said was "agony."[25]

Painkiller addiction

The Associated Press news agency reported on December 23, 2009 that Steven Tyler entered a rehab clinic to treat an addiction to pain killers he had been taking to cope with performance injuries. The band canceled a summer tour in August after Tyler fell off the stage during a performance in South Dakota and broke his left shoulder.

Tyler's doctor Brian McKeon told People that orthopedic injuries over the past decade have left the 61-year-old rocker with severe chronic pain that will require surgeries on his knees and feet. (http://music.msn.com/music/article.aspx?news=448678&GT1=28102)





More about → Steven Tyler's (Stephen Victor Tallarico) Aerosmith

Lyric Music Mancanegara

Diposting oleh Nurul Imam

Mau Koleksi Lyric Musik Paporit Kamu !!!
ga Usah cari yang Laeeeeeen
Di sini juga Ada...
Klo Di Situs Laen kan Kita Di haruskan Kopas (Kopi Pasir/Copy paste)Tapi Klo Lo Masuk Di Sini Lo tinggal Download lalu


Jrennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnggggg
Dah Kompliiiiit Dah Bukan Cuma 1 Doank
Ukuran File Nya juga Cm Sekitar 150 an Kb Lah
Jadi Tunggu Apa lagi
Tinggal Pilih ja daftar Di bawah ini .................

Eittttttttttttt..............
Tunggu Duluuuuuuuuuuuu
Ada Yang Kurang Nieeeeeee
masukin Password Waktu Extract 07061990
Klo Mo Request Silahkan Isi Komennnnnnn
Ntar Di Isi Lagi Lyricnya .............
Udah Mulai Klik Ja Deeeeeeeeeee


Guns N' Rose's

Aerosmith








More about → Lyric Music Mancanegara

Duel Para Calon Treble Winners

Diposting oleh Nurul Imam


Jakarta - Final Liga Champions akan mempertemukan dua tim yang berpeluang menyabet tiga gelar di tahun ini. Dari urutan penentuannya, titel Eropa ini akan menutup sukses mereka di musim ini.

Bayern Munich adalah tim yang lebih dulu lolos ke final setelah hari Selasa (28/4/2010) malam menyingkirkan Lyon dengan skor agregat 4-0. Inter Milan menyusul sehari kemudian setelah menghempas juara bertahan Barcelona dengan kemenangan agregat 3-2.

Sebelum mereka bertempur di Santiago Bernabeu, Madrid, pada 20 Mei, kedua tim top di negaranya masing-masing itu akan terlebih dulu memperjuangkan dua kompetisi yang berpotensi untuk dimenangi, yakni liga dan piala liga.

Bayern Munich, di musim pertamanya di bawah asuhan pelatih Louis van Gaal, saat ini berada di puncak klasemen sementara Liga Jerman dengan nilai 64. Namun mereka sangat tidak aman posisinya karena cuma unggul selisih gol dari tim peringkat dua, Schalke 04, di saat kompetisi menyisakan dua pertandingan.

Untuk mengunci gelar Bundesliga, Mark van Bommel dkk akan menentukan nasibnya melawan Hertha Berlin (1/5) dan Bochum (8/5). Jika berhasil, seminggu kemudian mereka akan mengusahakan Piala Jerman dengan menghadapi Werder Bremen di final (15/5).

Inter setali tiga uang. Di Seri A mereka tetap berpeluang mempertahankan gelar Scudetto untuk keempat kalinya berturut-turut. Untuk itu mereka perlu menjaga keunggulan dua poin dari AS Roma dalam tiga pertandingan terakhirnya, yakni melawan Lazio (2/5), Chievo (9/5), dan Siena (16/5).

Hanya saja, berbeda dengan Piala Jerman, final Coppa Italia digelar sebelum kompetisi domestik rampung. Partai itu, yang mempertemukan Inter dengan Roma, akan dihelat 5 Mei dengan Stadio Olimpico sebagai tempat duel tersebut.

Setelah memastikan berapa dari dua kompetisi itu yang bisa dimenangi, barulah Bayern dan Inter menutup musimnya dengan bertarung memperebutkan titel tertinggi di Eropa.

Itu berarti, hanya satu dari mereka yang bisa meraih treble winners, walaupun mungkin saja di antara mereka bisa tidak memenangi apa-apa, apabila tak mampu pula menguasai liga dan piala liganya.
More about → Duel Para Calon Treble Winners

Banding Ribery Ditolak, Bayern ke CAS

Diposting oleh Nurul Imam


Franck Ribery akan absen di laga final Liga Champions setelah upaya bandingnya ditolak UEFA. Bayern Munich pun akan mengajukan banding kepada Court of Arbitration for Sport (CAS).

Ribery berharap skorsing tiga pertandingan atas kartu merah yang diterima saat semifinal Liga Champions dihapus. Playmaker Bayern ini dikeluarkan oleh wasit setelah melakukan pelanggaran kepada pemain Lyon Lisandro Lopez.

Namun, klub raksasa Jerman ini gagal untuk menghapus hukuman pemain bintangnya itu. Komite Disiplin Badan Sepakbola Tertinggi Eropa (UEFA) telah memutuskan menolak banding Ribery tersebut di Nyon, Rabu (5/5/2010).

Ini artinya Ribery akan absen saat final melawan Inter Milan di Bernabeu pada 22 Mei nanti. tentu saja ini menjadi pukulan yang besar bagi bayern karena pemain berusia 27 ini merupakan sosok yang vital bagi FC Hollywood.

Kepala klub Bayern chairman Karl-Heinz Rummenigge yang hadir dalam sidang tersebut mengkonfirmasikan bahwa bandingnya ditolak. "Pada prinsipnya seperti yang pertama yaitu larangan tiga laga," ungkanya seperti dilansir Sky.

Namun legenda Jerman ini menegaskan bahwa hukuman kepada Ribery sangatlah keras. Sebab itu Bayern akan mengajukan banding langsung ke badan arbitrasi olah raga tertinggi, Court of Arbitration for Sport (CAS) pekan depan.
More about → Banding Ribery Ditolak, Bayern ke CAS

Mancio Ikut Klaim Sukses Inter ke Final

Diposting oleh Nurul Imam


Manchester - Roberto Mancini ikut senang dengan keberhasilan Inter Milan ke final Liga Champions. Apalagi Manajer Manchester City itu mengganggap dirinya juga turut "pegang peranan" atas kesuksesan tersebut.

Di tangan Pelatih Jose Mourinho, Inter berhasil menapaki partai puncak pertamanya sejak tahun 1972 di kompetisi itu. Ini dicapai setelah menyisihkan juara bertahan Barcelona dengan agregat 3-2.

"Saya ikut senang untuk keluarga Moratti yang sudah menanti lama untuk hal ini dan juga untuk para pemain," ucap Mancini di Football Italia.

Mancini sendiri pernah menukangi Inter dari tahun 2004 sampai 2008 meski tak bisa membawa sukses serupa seperti yang dilakukan Mourinho saat ini.

"Setidaknya 80 persen dari pemain (Inter saat ini) ada di tim saya (dahulu) dan bersama-sama kami sudah memulai perjalanan menuju kesuksesan," lugas Mancini.

Italiano itu juga membela Nerazzurri atas penampilan yang dinilai banyak kalangan sebagai anti-sepakbola karena terlalu bertahan ketika dijamu Barca pada leg II. Toh strategi itu kemudian terbukti ampuh untuk meredam Barca.

"Saat Anda bermain lawan Barcelona dan di setengah jam pertama sudah harus bermain dengan sepuluh pemain, Anda tak bisa berbuat apa-apa selain bertahan. Pujian atas hasil ini diberikan buat Mourinho yang sudah siap untuk laga itu, dan tentu untuk tim," terang pria yang akrab disapa Mancio itu.

Di final Inter akan berjumpa dengan Bayern Munich dari Jerman, dengan Mancini tak malu-malu menutupi keberpihakannya kepada bekas klubnya tersebut.

"Saya pikir Inter adalah unggulan juara, setidaknya begitu yang saya harap. Saya takkan nonton ke Madrid, tapi saya akan melihat di TV," tandas pelatih yang juga pernah membesut Fiorentina dan Lazio tersebut.
More about → Mancio Ikut Klaim Sukses Inter ke Final

Milan-Juve 100% Dukung Inter

Diposting oleh Nurul Imam



Milan - Di Liga Italia, Juventus dan AC Milan adalah musuh abadi Inter Milan. Namun untuk final Liga Champions musim ini, Rossoneri dan Bianconeri 100% mendukung kemenangan Nerazzurri.

Untuk kali pertama sejak 2007, Italia akhirnya kembali mengirim wakilnya ke final Liga Champions. Memetik kemenangan fantastis atas juara bertahan Barcelona, Inter akan menghadapi Bayern Munich dalam laga yang akan dilangsungkan di Santiago Bernabeu tiga pekan kedepan.

Berbeda dengan periode-periode sebelumnya, masuknya Inter ke final Liga Champions musim ini membawa serta kepentingan Italia, tepatnya Seri A. Bukan sekadar nama besar dan persaingan dengan kompetisi lain, tapi lebih kepada koefisien UEFA yang akan menentukan jatah Italia di kompetisi Eropa untuk musim 2011.

Saat ini Seri A masih berada di posisi tiga klasemen koefisien UEFA, kondisi yang membuat kempetisi tersebut bisa mengirim empat wakil ke Liga Champions. Namun karena kering prestasi dalam beberapa musim ke belakang, posisi mereka diancam Bundesliga di urutan empat.

Atas dasar itulah Milan dan Juventus menyatakan dukungan pada Inter untuk jadi juara. Jika bisa menang, Italia dipastikan masih bertahan di posisi tiga daftar koefisien UEFA.

"Saya akan mendukung Inter. Nerazzurri harus menang dan siapapun yang menertawakan komentar saya ini maka dia tak menggunakan akal sehat, karena jika Inter kalah di final maka mulai musim depan penghuni posisi tiga klasemen akhir Seri A akan ke Liga Champions melalui babak kualifikasi," seru Adriano Galliani di Football Italia.

Pernyataan senada keluar dari Presiden Juventus, Jean-Claude Blanc. Dia malah meminta semua fans di Italia mendukung Nerazzurri saat menjalani final Liga Champions pertamanya dalam 38 tahun terakhir itu.

"Penting untuk mengetahui bahwa semua pihak mendukung Inter, kalau tidak kita akan kehilangan satu tempat di Liga Champions. Itu akan jadi final yang indah. Kami tahu Inter dan Bayern Munich karena kami (Juventus) menghadapi mereka musim ini. Itu akan menjadi final penuh emosi, dan saya harap dengan pertunjukan sepakbola yang bagus juga," pungkas Blanc.
More about → Milan-Juve 100% Dukung Inter

Van Gaal Kritik Mourinho

Diposting oleh Nurul Imam


Munich - Final Liga Champions memang masih jauh, tapi keriuhannya sudah tercium dari komentar Louis Van Gaal berikut. Manajer Bayern Munich itu menyebut, Jose Mourinho telah bersikap tak sopan di semifinal Liga Champions.

Sikap yang dimaksud Van Gaal tersebut adalah ketika Mourinho berselebrasi menyebrangi lapangan usai Inter Milan menyingkirkan Barcelona di Camp Nou. Pelatih asal Portugal itu berlari ke arah pendukung Inter sembari mengacung-acungkan jari telunjuknya.

Aksi tersebut sempat dihadang oleh kiper Barca, Victor Valdes. Sang penjaga gawang sempat meminta Mourinho menghentikannya, tetapi keduanya kemudian dilerai oleh ofisial Inter dan Barca.

"Saya tak akan bersikap seperti itu. Saya tak akan melakukan tindakan yang provokatif seperti itu," ujar Van Gaal di Football Italia, mengomentari kelakuan Mourinho.

Van Gaal pun mengingat-ingat masa ketika Mourinho masih menjadi bawahannya di Barcelona. Pelatih asal Belanda itu mengungkapkan, dahulu The Special One adalah sosok yang berbeda. Dahulu, Mourinho sangat kalem, meski selalu serius dalam melakukan pekerjaannya.

"Dia bekerja sangat serius. Dia juga selalu tepat waktu dan kerap membawakan saya analisis yang dikerjakannya di rumah."

"Saat itu dia sangat rendah hati. Sangat menyenangkan bisa membantu perkembangan dirinya, melihatnya menjadi pribadi seperti saat ini," tutup Van Gaal.

Laga final antara Inter vs Bayern akan dihelat pada 22 Mei mendatang. Ada pun yang menjadi venue dari laga tersebut adalah Stadion Santiago Bernabeu di kota Madrid.
More about → Van Gaal Kritik Mourinho